_

Kamis, 11 Februari 2010

LATAR BELAKANG WONOSOBO


WONOSOBO
wonosobo merupakan daerah pegunungan yang indah, berhawa sejuk dan terasa alami banget...
wonosobo mempunyai beragam tempat pariwisata yang tak kalah menarik. sebut saja namanya DIENG..

Dingin, sejuk dan indah, itulah panorama dataran tinggi Dieng. Tempat wisata yang berjarak sekitar 30 km arah utara Wonosobo atau sekitar 55 km sebelah timur Banjarnegara. Dieng Plateau masuk dalam kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Dari dua kabupaten ini, Banjarnegara paling mendominasi obyek wisatanya. Dieng berasal dari kata Dihyang yang berarti Khayangan di jaman raja Rake Warak Dyah Wanara tahun 809 Masehi, sebagai tempat suci untuk bersemedi.


Mengunjungi Wonosobo setelah mampir ke agrowisata Tambi, Telaga Menjer dan pemandian air panas Kalianget. Dieng merupakan pilihan utama yang tidak bisa dilewatkan. Untuk menuju daerah ini tidak sulit, kendaraan umum setiap waktu berangkat dari terminal dekat pertokoan Wonosobo. Dan jika menggunakan kendaraan pribadi, ini memang hal paling yang enak. Sebab, di tengah perjalanan bisa berhenti di Puncak Pas, melihat hamparan lading kubis dan kentang serta memandang kota Wonosobo yang terlihat samar-samar.
Dataran tinggi Dieng banyak menyuguhkan panorama alam, telaga, budaya, dan situs purbakala. Obyek wisata Telaga Warna dan Dieng Plateau Theatre masuk Kabupaten Wonosobo. Sedang kawah Sikidang, Telaga Merdada, Kawah Sileri, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka dan komplek Candi Arjuna masuk Kabupaten Banjarnegara.

Di komplek Candi Arjuna, ada lima candi yang semuanya menghadap ke barat yaitu Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa dan Candi Sembadra. Candi Bima terletak sejauh 1 km di sebelah kanan Candi Gatotkaca. Kekhasan Candi Bima terlihat pada bagian atapnya yang mirip dengan bentuk Shikara, seperti mangkuk yang di tangkupkan. Selain itu pada bidang tingkatnya terdapat Arca Kudu yang tidak didapatkan di candi lain di Indonesia.
Lain halnya Candi Dwarawati terletak paling utara di antara candi-candi di dataran tinggi Dieng didirikan di Bukit Perahu. Candi Dwarawati berbentuk persegi panjang ukuran 5 x 4 m dengan tinggi 6 m.

Panorama alam yang tidak bisa ditinggalkan adalah Telaga Merdada, yang merupakan telaga terluas di Dieng dengan latar belakang bukit hijau. Demikian juga pada Kawah Sileri yang merupakan kawah terluas di Dieng dan masih aktif. Air kawahnya selalu mendidih seperti bekas cucian beras atau leri. Tak jauh dari tempat ini terdapat air panas Bitingan dan Curug Si Rawe. Sedang KawahSikidang adalah kawah vulkanik dengan lubang kepundan yang dapat disaksikan dari bibir kawah. Uap air dan lava berwarna kelabu selalu muncul berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor Kidang (Kijang). Tidak kalah menariknya adalah kawah Candradimuka yang merupakan pemunculan solfatara berupa gumpalan asap putih dari rekahan tanah. Tempat ini mengandung pula gas belerang.

0 komentar:

Posting Komentar

jangan lupa komentar yah, komentar anda akan sangatlah membantu perkembangan blog ini. thank's